Selasa, 10 Februari 2015
TULUS DAN RAISA KOMPAK JADI TOP ARTIS 2014 VERSI GUVERA
'Gajah' yang Menyisakan Harapan Besar
'Gajah' yang Menyisakan Harapan Besar
Bandung lebih dulu mendapat kesempatan menyaksikan konser ini pada September lalu, sedangkan Yogyakarta dipersiapkan sebagai kota penutup pada Januari 2015.
Metrotvnews.com mendapat kesempatan berdiri di antara sekitar 4 ribu penonton yang hadir di Balai Kartini untuk melihat aksi si "Gajah" yang kini layak disebut sebagai solois paling menjanjikan itu.
Satu hal yang sangat terlihat dari konser tunggal ini adalah kematangan Tulus sebagai seorang solois yang memang layak menyuguhkan musik bukan hanya sebagai sebuah bentuk kesenian yang dinikmati oleh telinga, tetapi sebagai kesatuan yang mampu memanjakan indera manusia.

(Foto:Metrotvnews.com/Agustinus Shindu A)
Tata panggung yang elegan dengan paduan gambar latar dari lampu LED yang harmoni, plus runway yang memfasilitasi Tulus menyapa penonton yang tersegmentasi oleh kategori tiket, tata suara yang sangat jernih dan nyaris tanpa cacat, juga performa maksimal dari kolaborator dan musisi pengiring.
Tulus menghadirkan langsung string section dan brass section, bahkan kelompok akapela. Ini menjadi satu bentuk kematangan Tulus yang mampu mempertanggungjawabkan musikalitasnya secara sempurna di hadapan penggemar. Bukan hanya lewat rekaman-rekaman dalam album yang kerap dipandang sebelah mata karena anggapan banyak suara-suara artifisial yang utopis.
Tidak mudah membuat konser tunggal yang benar-benar mampu memenuhi ekspektasi penonton, terutama penggemar militan yang biasanya memiliki standar tinggi atas suguhan yang diberikan idolanya. Tetapi, Tulus mampu memberikan lebih dari yang diharapkan.
Tulus yang tampil selama dua jam berhasil mengemas 21 lagu menjadi sebuah menu yang melekat di benak penonton. Tidak terlalu banyak basa-basi, dan tidak pelit komunikasi. Di beberapa lagu, Tulus tampil mengejutkan dengan membawakan lagu milik penyanyi lain, seperti "Juwita Malam" dari Ismail Marzuki dan "1000 Tahun Lamanya" yang dipopulerkan Jikustik semasa di bawah komando Pongki Barata.
Kolaborator yang dipilih Tulus juga tepat. Bonita, penyanyi nyentrik yang baru saja merilis album dengan bandnya tampil membantu Tulus di lagu "Juwita Malam." Selanjutnya, kolaborasi wajib dengan RAN juga dijalani Tulus di lagu "Kita Bisa."
Sementara, kolaborator lainnya seperti Endah N' Rhesa, Raisa, dan Vidi Aldiano, tampil membawakan "Lagu Untuk Matahari." Sebuah lagu yang memang disediakan Tulus untuk memancing reaksi penonton dengan aksi kolaborasinya dengan musisi lain, tanpa mengurangi ekslusivitas Tulus sebagai tuan rumah.
Tulus yang Mencerahkan
Membuat konser tunggal memang impian bagi musisi, tapi tidak mudah untuk mewujudkan hal itu. Beberapa penyanyi tunggal yang telah malang melintang di industri musik pun belum tentu mendapat kesempatan menggelar konser tunggal. Dengan dua album di tangan, sorotan positif dari media dan masyarakat, keberanian Tulus menggelar konser tunggal harus diapresiasi. Di tengah jadwal panggung yang padat, Tulus masih menyempatkan diri menjamu penggemarnya dalam pagelaran intim yang total.

(Foto:Metrotvnews.com/Agustinus Shindu A)
Jika dalam situs resminya Tulus terang-terangan ingin seperti Chrisye, bukan tidak mungkin hal itu segera terwujud. Mengingat kiprah Tulus sejauh ini. Hipotesa ini bukan tanpa dasar. Tulus adalah satu dari segelintir penyanyi solo pria Indonesia yang meramu musik dan liriknya sendiri. Sebuah modal yang sangat-sangat penting dan berharga.
Kehadiran Tulus seolah menjadi mata rantai baru yang menyambung generasi penyanyi solo di Indonesia yang cukup paceklik setelah era Glenn Fredly. Beberapa nama penyanyi solo pria memang muncul, tapi cenderung stagnan di perjalanan kariernya. Tulus mampu menjadi besar dengan caranya sendiri dan segala keunikan yang dimilikinya tanpa berupaya membuat musik seperti pendahulu-pendahulunya.
Harapan Setelah "Gajah"
Pertanyaan selanjutnya, dengan segala prestasi, pujian, dan embel-embel lain yang melekat pada Tulus saat ini, mampukah dia bertahan dan terus berkarya dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan?
"Perjalanan musik saya sekarang ini jauh dari apa yang saya impikan dan yang saya duga. Banyak tekanan dan salah satu cara saya mengekspresikan diri dengan menulis lagu," kata Tulus di tengah konser "Gajah" di Jakarta.
Apa yang dikatakannya seolah menyiratkan bahwa apa yang dialami Tulus tidak sesempurna kelihatannya. Tentu ada tanggung jawab yang besar di balik berbagai penghargaan dan pujian yang ditujukan kepadanya.

(Foto:Antara/Teresia May)
Melihat dari apa yang dilakukan Tulus dalam konser "Gajah", tampak sekali sebuah karakter pemuja kesempurnaan. Tulus sangat rinci dan serius dalam dunia musik yang membuatnya menjadi idola baru. Jika hal ini benar adanya, apa yang terjadi setelah album "Gajah" adalah sesuatu yang menjanjikan.
Tulus menutup konser dengan lagu "Jangan Cintai Aku Apa Adanya." Sebuah lagu yang juga ditempatkan terakhir di album "Gajah".
Sebanyak 4 ribu orang yang datang malam tadi, pulang dengan keringat hasil karaoke masal dan berdesak-desakan sepanjang konser. Si "Gajah" pengagum chrisye pun turun dengan riang. Tetapi menyisakan tanya, apakah tiket konser Tulus di tahun-tahun berikutnya akan terus terjual habis? Atau lirik "Ini aku yang dulu bahkan tak dapat sebelah mata dari pandanganmu" akan terjadi?
ROS
Tulus Menangi Penyanyi Pria Terbaik
Tampil dengan setelan jas nan gagah, Tulus menerima penghargaan bergengsi yang berlangsung Sabtu (19/5) di MEIS Ancol Jakarta. Berikut cuplikan momen bahagia Tulus ketika naik ke atas panggung.
Sabtu, 07 Februari 2015
TULUS MENURUT GUA
komentar gua tentang Tulus nih.
"Muhammad Tulus Rusydi (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia, 20 Agustus 1987; umur 26 tahun) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu berkebangsaan Indonesia yang berdomisili di Bandung."
Menurut gua dia itu penyanyi, pencipta lagu sekaligus arsitek yang WOW banget. Amazing, he is my idol!!! Gua suka banget lagu-lagunya!!! Coba lo denger satu aja lagu dari Tulus, pasti lo akan jatuh cinta dengan hanya mendengar sekilas lagunya. Buat lo yang belum tau tentang Tulus bisa baca-baca tuh di blog gua, dan coba denger lagunya ya, jangan lupa beli albumnya Tulus juga!!Gua yakin lo ga akan "MENYESAL" tuh gua caps lock dan gua kutip, biar lo yakin ga akan "MENYESAL".
Oh iya, jangan lupa Follow Blog gua ya and jangan lupa comment biar gua tau tanggapan lo yang liat blog gua. makasih banget buat yang udah mau follow and comment, love you guys
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk, memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Biarkan aku hadir dan menata
Ruang hati yang telah tertutup lama
Biarkan hati kecilmu bicara
Karena ku yakin kan datang saatnya
Kau jadi bagian hidupku
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkanlah terjadi wajar apa adanya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkan hati kecilmu bicara
Karena ku yakin kan datang saatnya
Kau jadi bagian hidupku
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkanlah terjadi wajar apa adanya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
ku akan setia menunggu
Walau harus menunggu
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkanlah terjadi wajar apa adanya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Tulus-Jangan Cintai Aku Apa Adanya
Tak sulit mendapatkan mu
Karena sejak lama kau pun mengincarku
Tak perlu lama-lama
Tak perlu banyak tenaga
Ini terasa mudah
Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Kau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah
Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan ke depan
Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Kau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah
Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan ke depan
Aku ingin lama jadi petamu
aku ingin jadi jagoan mu
Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan ke depan
[x2]
Full Album : Gajah (2014)

Tracklist:
01. Baru
02. Bumerang
03. Sepatu
04. Bunga Tidur
05. Tanggal Merah
06. Gajah
07. Lagu Untuk Matahari
08. Satu Hari Di Bulan Juni
09. Jangan Cintai Aku Apa Adanya
Rabu, 04 Februari 2015
Konser Gajah
Tulus Menggebrak Lewat Konser Gajah
Share this:02000
Majalah HAI: Tulus
Konser Gajah sukses digelar di Bandung. Dua kota selanjutnya, Jakarta dan Yogya adalah tujuan selanjutnya. Apa yang membuat konser ini begitu ditunggu?
Bukan tanpa sebab Tulus menjadikan Bandung sebagai kota pembuka konsernya. Entah dirasakan pula oleh musisi lainnya, yang pasti, Tulus seakan merasa berhutang budi dengan kota ini.
“Bandung membuat saya mengenal musik, Bandung juga mengajarkan saya berkreasi dan memicu kreativitas dalam bermusik,” ujar Tulus.
Ya, bagi cowok kelahiran Bukittinggi ini, Bandung selalu memiliki tempat tersendiri dalam karier bermusiknya.
“Kalau manggung di Bandung selalu seru, nyaman seperti di rumah,” tambahnya lagi dalam jumpa pers Konser Gajah di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung sesaat sebelum konser berlangsung.
Rangkaian Konser Gajah Tulus kelar digelar di Bandung pada 25 September lalu. Dua kota selanjutnya, Jakarta dan Yogyakarta tampak menanti untuk didatangi si Gajah.
Seperti yang kita tahu, Bandung memang menjadi starting point karier bermusik Tulus. Diakhir masa kuliahnyalah, Tulus mulai menjajaki komunitas musik kota Kembang. Dari kafe ke kafe pelantun Sepatu ini meyakinkan diri bahwa ia akan menjadi seorang penyanyi profesional kelak.
Di Bandung, Konser Gajah Tulus berlangsung selama kurang lebih dua jam. Hits macam Tuan Nona Kesepian, Teman Hidup, Sewindu, Gajah, hingga Sepatu pun dibawakan dengan sangat hangat. Tak jarang Tulus menyapa penonton di awal lagu dan menjelaskan kisah di balik lagu-lagu itu.
Ia juga membawa dua lagu baru yang nggak ada di dua album penuhnya. Lagu 1000 Tahun Lamanya, sebuah proyek yang ia kerjakan bersama musisi gaek,Pongki Barata nggak ketinggalan dibawakan. Pun dengan lagu Lekas yang menjadi Ost. 3 Napas Likas—baca juga artikel sebelumnya Tulus—bintang terang.
“Memang intinya saya menawarkan kedekatan dalam Konser Gajah ini. Gimana kedekatan itu nggak hanya penonton dengan saya, tapi juga dengan lagu-lagu yang saya bawakan. Makanya, penting bagi saya menjelaskan makna di balik setiap lagu agar mereka tahu,” jelas cowok kelahiran tahun 1987 ini.
Kedekatan adalah konsep besar yang ditawarkan Konser Gajah. Di konser pertama saja, meski jumlah penontonnya mencapai angka 3.500 penonton, Tulus tetap menghadirkan berbagai gimmick akrab layaknya mengibur penonton yang hanya berjumlah ratusan.
Salah satu yang ia lakukan secara spontan adalah melakukan sesi foto bersama penonton dengan menggunakan kamera Polaroid dari atas panggung.
“Gimmick–gimmick kayak gitu spontan saja, sih. Nggak terlalu saya konsep yang gimana-gimana juga,” jelas Tulus ketika dihubungi HAI via telepon.
Album perdana Tulus, yang diproduseri oleh Ari Renaldi, dan diedarkan oleh Demajors, dirilis oleh perusahaan rekamannya sendiri, Tulus Record pada bulan September tahun 2011, dimana dia sendiri beserta kakak kandungnya, Riri Muktamar Rusydi bertindak sebagai produser eksekutif. Lagu-lagunya seperti Sewindu, Teman Hidup, Kisah Sebentar, Tuan Nona Kesepian, dan Jatuh Cinta, merajai chart-chart di radio-radio di seluruh Indonesia.
Majalah Rolling Stone Indonesia menobatkan Tulus sebagai Editor's Choice: Rookie of The Year tahun 2013. Selain itu album perdananya pernah menduduki peringkat pertama chart Rolling Stone pada Januari dan Februari 2012.
Teman Hidup sempat menduduki peringkat ke-1 deretan K-20 Kompas TV.
Tulus kerap kali mengadakan konser tunggal untuk memuaskan para penggemarnya. Konser pertamanya diadakan di Auditorium Centre Culturel Francais (sekarang IFI) Bandung yang bertajuk 'An Introduction: Tulus' pada tanggal 28 September 2011, kemudian konser 'Beyond Sincere' di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 25 Mei 2012, dan terakhir adalah konser tunggal bertajuk 'Konser Diorama' pada tanggal 9 Mei 2013 di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung.
Pada pergelaran Jakarta International Java Jazz Festival 2013 di Jakarta, Tulus menjadi salah satu pendatang baru yang paling diminati penonton. Di ajang tersebut, Tulus juga berkolaborasi dengan Raisa, dimana mereka menyanyikan lagu Teman Hidup dan A Whole New World.
Akhir Juni 2013, RAN berkolaborasi dengan Tulus. Mereka meluncurkan satu single, Kita Bisa.
Akhir Agustus 2013, Tulus mengeluarkan single Sepatu dalam bentuk digital download yang dapat diunduh melalui iTunes, dan menjadi salah satu single yang menempati posisi atas chart iTunes Indonesia, selain Teman Hidup dan Sewindu.
