Tulus Menggebrak Lewat Konser Gajah
Share this:02000
Majalah HAI: Tulus
Konser Gajah sukses digelar di Bandung. Dua kota selanjutnya, Jakarta dan Yogya adalah tujuan selanjutnya. Apa yang membuat konser ini begitu ditunggu?
Bukan tanpa sebab Tulus menjadikan Bandung sebagai kota pembuka konsernya. Entah dirasakan pula oleh musisi lainnya, yang pasti, Tulus seakan merasa berhutang budi dengan kota ini.
“Bandung membuat saya mengenal musik, Bandung juga mengajarkan saya berkreasi dan memicu kreativitas dalam bermusik,” ujar Tulus.
Ya, bagi cowok kelahiran Bukittinggi ini, Bandung selalu memiliki tempat tersendiri dalam karier bermusiknya.
“Kalau manggung di Bandung selalu seru, nyaman seperti di rumah,” tambahnya lagi dalam jumpa pers Konser Gajah di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung sesaat sebelum konser berlangsung.
Rangkaian Konser Gajah Tulus kelar digelar di Bandung pada 25 September lalu. Dua kota selanjutnya, Jakarta dan Yogyakarta tampak menanti untuk didatangi si Gajah.
Seperti yang kita tahu, Bandung memang menjadi starting point karier bermusik Tulus. Diakhir masa kuliahnyalah, Tulus mulai menjajaki komunitas musik kota Kembang. Dari kafe ke kafe pelantun Sepatu ini meyakinkan diri bahwa ia akan menjadi seorang penyanyi profesional kelak.
Di Bandung, Konser Gajah Tulus berlangsung selama kurang lebih dua jam. Hits macam Tuan Nona Kesepian, Teman Hidup, Sewindu, Gajah, hingga Sepatu pun dibawakan dengan sangat hangat. Tak jarang Tulus menyapa penonton di awal lagu dan menjelaskan kisah di balik lagu-lagu itu.
Ia juga membawa dua lagu baru yang nggak ada di dua album penuhnya. Lagu 1000 Tahun Lamanya, sebuah proyek yang ia kerjakan bersama musisi gaek,Pongki Barata nggak ketinggalan dibawakan. Pun dengan lagu Lekas yang menjadi Ost. 3 Napas Likas—baca juga artikel sebelumnya Tulus—bintang terang.
“Memang intinya saya menawarkan kedekatan dalam Konser Gajah ini. Gimana kedekatan itu nggak hanya penonton dengan saya, tapi juga dengan lagu-lagu yang saya bawakan. Makanya, penting bagi saya menjelaskan makna di balik setiap lagu agar mereka tahu,” jelas cowok kelahiran tahun 1987 ini.
Kedekatan adalah konsep besar yang ditawarkan Konser Gajah. Di konser pertama saja, meski jumlah penontonnya mencapai angka 3.500 penonton, Tulus tetap menghadirkan berbagai gimmick akrab layaknya mengibur penonton yang hanya berjumlah ratusan.
Salah satu yang ia lakukan secara spontan adalah melakukan sesi foto bersama penonton dengan menggunakan kamera Polaroid dari atas panggung.
“Gimmick–gimmick kayak gitu spontan saja, sih. Nggak terlalu saya konsep yang gimana-gimana juga,” jelas Tulus ketika dihubungi HAI via telepon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar